IMQ, Jakarta —  Menteri BUMN Dahlan Iskan mengungkapkan dengan memelihara 50 ekor kelinci, maka penghasilan peternak kelinci diperkirakan mencapai Rp2 juta per bulan.

“Itu prinsipnya. Kalau seseorang memelihara 50 kelinci itu sama dengan dia punya penghasilan Rp2 juta per bulan,” ujar Dahlan Iskan ditemui usai Raker Menteri BUMN bersama Komisi VI DPR RI, Jakarta, Senin (9/7).

Dahlan menambahkan memelihara kelinci itu hemat dan mudah. Tujuan memelihara kelinci bukan untuk mengatasi kenaikan harga daging, melainkan mengentaskan kemiskinan.

“Itu ibu-ibu miskin yang ada di pedesaan dan suaminya bekerja, maka ibu-ibu bisa mendapatkan uang tambahan dengan beternak kelinci,” tuturnya.

Ia mengakui kelinci yang diimpor merupakan daging pejantan sebab pejantan yang hebat, khususnya Selandia Baru sudah memiliki berat 6 kg. Sementara itu, kelinci di Indonesia beratnya cuma 3 kg. Oleh sebab itu, ia berkeinginan mengimpor kelinci jantan.

“Saya akan impor kelinci daari Tingkok sebanyak 1.100 ekor jantan dan 1.000 ekor betina karena prospek daging kelinci di Indonesia sangat besar,” paparnya.

Sekadar catatan, pemerintah berencana untuk melakukan impor kelinci dari China sebanyak 1.100 ekor terdiri dari 100 ekor jantan dan 1.000 ekor betina.

Saat ini kebutuhan daging kelinci per harinya mencapai 3.000 kg, namun hanya mampu terpenuhi sekitar 100 kg per hari saja.

Author: Susan Silaban